
Ekosistem Nunggal Sedyo
Dari Rembug, Tumbuh Solusi. Dari Solusi, Lahir Karya.
Ekosistem Nunggal Sedyo (ENS) adalah ekosistem gerakan yang mempertemukan masyarakat, penggerak desa, pengetahuan, teknologi, mitra, dan sumber daya untuk menumbuhkan solusi dari desa.
Kenali Lebih Dalam ENS
Apa itu ENS?
Ekosistem Nunggal Sedyo (ENS) adalah ekosistem gerakan yang mempertemukan masyarakat, penggerak desa, pengetahuan, teknologi, mitra, dan berbagai sumber daya untuk menumbuhkan solusi serta karya yang berangkat dari kebutuhan dan potensi masyarakat.
Mengapa ENS diperlukan?
Karena perubahan yang berkelanjutan tidak dapat berjalan sendiri. ENS diperlukan untuk mempertemukan berbagai potensi, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan ruang bersama agar persoalan dapat diurai menjadi solusi dan solusi dapat berkembang menjadi karya yang bermanfaat.
Bagaimana ENS bekerja?
ENS bekerja melalui proses yang bertumbuh dan berulang: Rembug โ Solusi โ Implementasi โ Pengembangan โ Pendampingan โ Rembug. Setiap proses menjadi ruang untuk belajar, mengevaluasi, memperbaiki, dan menumbuhkan langkah berikutnya bersama masyarakat.
Siapa yang terlibat?
ENS terbuka bagi masyarakat, penggerak desa, komunitas, pelaku usaha, akademisi, profesional, lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, organisasi, relawan, dan para Sahabat Desa Nusantara yang memiliki kepedulian dan kemauan untuk bergerak bersama.
Bagaimana masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem?
Masyarakat dapat terlibat dengan membawa persoalan, gagasan, potensi, pengetahuan, keterampilan, atau karya yang dapat dikembangkan bersama. Keterlibatan dimulai dari bertemu, mendengar, dan merembugkan kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan langkah nyata sesuai peran dan kemampuan masing-masing.
